Sabtu, 15 Januari 2022

 

K A R Y A

 

ARIS SETIYANTO

 

Menuju Langit

buat : Bambang

 

di langit—di tempat-tempat yang tinggi,

kau pasti temukan matahari

akulah matahari itu

 

kau pasti rapuh dan ingin bunuh diri;

jatuh ke bumi

tapi,

bukalah matamu saat

kau baca puisiku.

 

Maguwo, 05 November 2021

 

Aris Setiyanto lahir 12 Juni 1996. Tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisinya, Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas (2020) dan Ketika Angin Berhembus (2021). Puisinya juga termuat di beberapa media daring maupun cetak.


******______****** 


FIRMAN WALLY

 

Nitu-Nitu Alifuru

 

laut selalu bersetia dengan asinnya

ombak terus bergemuruh dalam doa dan rindu

di kaki sungai bebatuan bersemedi

menyambut lahirnya pancaroba

 

detik pada waktu terus menitik

mengulang kembali kisah luka yang pernah ada

di laut jazirah sejarah berkisah

luka-luka yang mengalirkan darah

atas sejarah adat dan budaya

 

tradisi selalu digelarkan setahun sekali

menyambut nitu-nitu alifuru

yang melenggang dayung dari pulau seberang

menuju pulang

kapur, telur putih, daun sirih, dupa-dupa

mewangi di atas loyang

penyambutan dimulai

kesurupan di berbagai daerah

untuk mereka yang sedarah

yang mati, lahir kembali karena cinta

 

leu oo takan hulan tahali

 

tahoku, 05 juni 2021

 

Firman Wally, penyair kelahiran Maluku Tengah tanggal 3 April. Lulusan Jurusan Sastra dan Bahasa Universitas Patimura Ambon. Buku antologi puisi tunggalnya berjudul Lelaki Leihitu (2021).

 

******_____*****


LIRING ANINDYA MAHARANI

 

Kunang-kunang

 

 

Atas nama mata yang berembun,

kuraih tangannya yang merenta

berbisik untuk menunda temu

sejenak

yang barangkali akan memintal sepi

aku melangkah menjauh

saling melepas lambaian sampai jumpa

tunggu, sungguhkah aku kuat?

 

Yogyakarta, 5 Januari 2020


 Liring Anindya Maharani, biasa di panggil Liring, lahir di Kulonprogo tanggal 4 Januari 2003. Punya hobi membaca, menulis cerita, dan bermain voli. Karyanya pernah di muat di antologi cerpen "Keluargaku Inspirasiku" yang diadakan oleh ISC KP, antologi bersama Duhkita (2021) dan beberapa puisinya pernah menjuarai dan dimuat di media online. Tinggal di Bumirejo Lendah Kulonprogo.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  K A R Y A     AHMAD MALIKI MASHAR     Suluh Penyuluh   Mulut berbisa mengurut luka Menepuk dada tersuruk bangga Berlulur s...