Sabtu, 17 April 2021

K A R Y A

 

SIWI RAHMAWATI

 

 

 

Menebar Benih Menebar Kasih

 

Menebar benih

seperti menebar kasih

Membawa banyak manfaat

Membuat jalinan terikat kuat

 

Hanya benih barang sebiji

Menumbuhkannya sepenuh hati

Menebar kasih di saat yang tepat

Pasti akan selalu diingat

 

Tanah hampa yang gersang

Dijatuhi biji oleh hewan-hewan

Disiram oleh air hujan

Jadi  padang rumput teduh rindang

 

 

Siwi Rahmawati Sukarman lahir di Kulon progo pada 12 Desember 2006.Bersekolah di MTs n 3 kulon Progo.

 

*** ----- ***

 

AHMAD HIBBAN

 

 

Cahaya Malam Minggu

 

Saat ini malam minggu

suara badai di luar begitu seru

Petir menyambar berkali-kali

Daun beterbangan ke sana kemari

Sambil aku duduk merenungi nasibku

 

O Nasibku

O nasibku yang kelabu

Tadi pagi masih mentari

Sekarang sudah pergi

Kemarin baik-baik saja

Sekarang tidak baik-baik saja

Mengapa bisa begini, mengapa ?

 

Kuambil rapotku

kupandangi angka demi angka

yang merah membahana

Aku tahu ini salahku

Tetapi aku tak tahu salahnya di mana

Setiap hari aku belajar sungguh-sungguh

Waktu subuh tak kurengkuh,

waktu dzuhur sampai ashar aku masih belajar,

malampun kusibbukkan dengan tulisan di buku

Kuingat rumus-rumus fisika

Kuingat  rumus-rumus kimia

Kuhafal ilmu-ilmu kenegaraan

Tetapi Mengapa semua sia-sia ?

 

Hujan semakin lebat

Angin kencang lewat

Pepohonan terombang-ambing

Suara petir gemuruh bising

listrik pun padam

Kini aku ditemani oleh kegelapan

Dalam gelap, aku merenung

 

Lalu aku bertanya dalam hati

Seperti inikah isi hatiku?

yang gelap tanpa cahaya

Kusibukkan diriku dengan urusan dunia

Sampai aku lupa mengingatMu

Tuhan maafkan aku.. ..

 

 

Kulonprogo,  10 April 2021

 

 

Ahmad Hibban Aunur Rahman, siswa di SMPN 4 Wates

 

*** ----- ***

 

 

INDHAH ARIFIANTI

 

Di Luar Jendela

 

Melihat dari balik jendela                                                                                                                            

angin berhembus kesana kemari                                                                                                                

Pepohonan seakan menari-nari                                                                                                       

Sungguh sejuknya hari ini

 

Kabut menyelimuti perbukitan                                                                                                

Menambah keindahan alam pegunungan

Tak ada kata bosan                                                                                                          

Memandang ciptaan Tuhan

                                                                                                                           

   

Nanggulan, 2021

 

Indhah Arifianti, siswi SMP N 2 Nanggulan

 

*** ----- ***

JUWITA ARTHA FERONA

 

Perjuangan Ibu

 

Lembaran demi lembaran

Kita lewati bersama

Melewati pedih bahagia dunia

Melewati halang rintang kehidupan

 

Kau gandeng tangan kecil ini

Korbankan dirimu demi

Melindungiku dari segala sisi

 

Tak ada kata lelah di kamusmu

Hanyalah berjuang dan berjuang,

mendidik belahan jiwa tersayang

 

Kau pahlawan kehidupan

Untuk  menuju jalan kesuksesan

 

 

 

Galur, 2021

 

 


Juwita Artha Ferona, siswi SMP N 1 Galur

 

*** ----- ***

 

      

 

PUNDHI MARSA NUGRAHA

 

 

Malaikat Tak Bersayap

 

  Mereka yang bekerja tanpa lelah

  Mereka  yang berjuang di garda depan

  Di balik baju hazmat keringat bercucuran

  Bekerja tanpa keluh kesah

 

        Meski nyawa jadi taruhannya

        Meski harus mengorbankan waktu dengan keluarga

        Mereka bekerja tak mengharap imbalan

        Mereka bekerja untuk kemanusiaan

 

  Sungguh mulia pekerjaannya

  Semoga pandemi lekas sirna

  Agar malaikat tak bersayap

  dapat segera beristirahat

       

 Pundhi Marsa Nugraha, siswa SMP N Kokap

*** ----- ***

 

     

SAKTYA BINTANG DANUMAYA

 

 

 

Ibu Kartini

 

 

Ibu Kartini.

Tak terhitung keringat kau curahkan.

Tak terhitung tenaga kau kerahkan.

Tanpamu kaum wanita terbelakang.

Kau rela berjuang demi kemajuan

Lalu pantaskah kami melupakan

 

Hanya doa yang dapat kupanjatkan.

Hanya terima kasih yang kuucapkan.

Engkaulah suri teladan.

Engkaulah pelita kehidupan.

 

Malam memanglah gulita.

Tetapi tiada mungkin selamanya

sehabis malam terbitlah fajar

membawa keindahan hidup yang binar

 

 

Saktya Bintang Danumaya, siswa kelas VIII C. SMP N 1 KOKAP. Alamat:Ngaseman, Hargorejo,kokap,kulon progo

*** ----- ***


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  K A R Y A     AHMAD MALIKI MASHAR     Suluh Penyuluh   Mulut berbisa mengurut luka Menepuk dada tersuruk bangga Berlulur s...